Tips Mendidik Anak Balita Yang Baik dan Benar

Mendidik anak sejak balita memang merupakan sesuatu yang tidak mudah bagi orang tua. Sebab, pada usia balita ini merupakan masa anak masih ingin bebas melakukan apa saja sesukanya sehingga sulit untuk diatur. Dalam hal ini, cara orang tua menanggapinya juga berbeda-beda, ada yang relatif sabar, dan ada juga yang ngomel-ngomel bahkan sampai melakukan tindak kekerasan seperti mencubit, menjewer, membentak, bahkan sampai memukul. Hal ini tentulah sangat tidak dibenarkan karena bisa membuat anak trauma. Maka dari itu, dalam tulisan kali ini akan memberikan tips mendidik anak balita yang baik dan benar sebagai berikut : 

Balita

  1. Ciptakan Lingkungan Yang Sesuai

Semua para orang tua tahu bahwa anak usia balita sedang mengalami rasa penasaran yang tidak ada habisnya serta selalu ingin mengetahui segala sesuatu yang baru bagi dirinya. Oleh karena itu, untuk mengawali dalam mendidik anak, sebaiknya hindari dari berbagai hal yang bisa mempengaruhi konsentrasi anak. Yakni dengan menciptakan lingkungan yan kondusif dan sesuai dengan kondisi anak. Misalnya, hindari ponsel, tv, atau alat elektronik lainnya yang bisa mengganggu proses pembelajaran anak.

  1. Konsisten

Perlu diketahui bahwa sejak anak usia 2-3 tahun, mereka bekerja keras untuk memahami bagaimana perilaku mereka bisa mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Sehingga pola asuh yang diterapkan secara rutin dan konsisten bisa membuat anak merasa lebih aman serta terlindungi. Dan anak menjadi lebih tahu apa yang diinginkan orang tuanya sehingga bisa bersikap lebih tenang saat diberikan perintah. Misalnya, saat anda mengatakan “Jangan mencubit teman”, mungkin satu kali dua kali anak masih mencubit temannya. Namun ketiga dan seterusnya anak mulai tidak mencubit temannya. Namun jika anda tidak konsisten, maka akan membuat anak menjadi bingung. Misalnya, ketika anda tidak membolehkan anak lari-larian di dalam rumah, tetapi keesokan harinya justru anda membiarkannya. Hal ini tentunya akan membuat anak menjadi bingung, dimana anak tidak tahu mana yang bolah dan tidak boleh. Yang akhirnya anak menjadi tidak disiplin.

  1. Berfikir Positif

Memang tidak ada orang tua yang sempurna, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan kedisipilan anak anda dengan anak orang lain seusianya. Karena setiap anak itu memiliki masa perkembangan yang berbeda-beda dan tida bisa disamaratakan. Oleh karena itu, lakukanlah hal-hal yang terbaik yang bisa anda lakukan. Jangan pedulikan seberapa beratkah anda untuk berusaha mendidik anak supaya disiplin, dan tetaplah berfikiran positif. Yakinlah bahwa anda akan mampu untuk mendidik anak sebaik-baiknya. Kalau perlu, mintalah kepada pasangan, dokter atau siapa saja yang kompeten untuk mendapatkan saran dalam mendisiplinkan anak. 

  1. Kenali Pemicu Tantrum Pada Anak

Tantrum merupakan kejadian yang wajar terjadi pada setiap anak. Oleh karena itu, setiap orang tua harus paham betul apa yang menyebabkan anaknya tantrum dan rewel. Biasanya anak akan memiliki emosi yang meledak-ledak ketika merasa lapar atau mengantuk. Maka dari itu, sebaiknya hindari waktu-waktu ini ketika anda akan mengajarkan disiplin pada anak. Contohnya, jika anda ingin mengajarkan anak untuk disiplin waktu tidur, maka pastikan anda dan anak sedang berada di rumah pada jam-jam tidur siang maupun malam hari. Jadi, hindari membawanya ke luar rumah saat anak mengantuk atau lapar.

  1. Tetap Bersikap Tenang

Ketika anda merasa kesal, maka hindari membentak atau memarahi anak ketika dia tidak mau disiplin. Soalnya, hal ini hanya akan membuat pesan positif yang anda utarakan hilang begitu saja tanpa membekas di hati anak. Karena ketika anak menangkap aura negatif dari amarah orang tuanya, maka anak hanya akan melihat bentuk emosinya saja dan tidak akan mendengarkan apa-apa yang dikatakan oleh orang tuanya itu. Maka dari itu, usahakan anda untuk tetap bersikap tenang di depan anak. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *