Inilah Alasan Kenapa Anak Laki-laki Lebih Dekat dengan Ibunya

Kenapa banyak anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya ketimbang dengan ayahnya? Hal inilah yang akhirnya mencetuskan kalimat seperti “Dasar Anak Mama”, yang bernada ejekan kepada para laki-laki. Namun, kenapa bisa demikian?

Terlepas dari ungkapan buruk tentang pria, seorang lelaki memang cenderung lebih dekat dengan ibunya ketimbang ayah. Hal ini tentunya memiliki alasan dan alasan itu sendiri ada beragam. Berikut ulasannya :

Ibu Pandai Berkomunikasi

Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan adalah mahkluk yang ekspresif, perhatian serta sensitif terhadap perasaan orang lain. Dimana acap kali perempuan lebih menghargai apa yang dirasakan oleh orang lain. Selain itu, perempuan juga bisa membangun kepercayaan dan karenanya komunikator yang baik juga. Ibu umumnya selalu ingin agar anak laki-lakinya mengungkapkan apa yang mereka rasakan sekaligus memang mereka sabar terhadap apa yang diungkapkan oleh anaknya. Bila dibandingkan dengan ayah, jelas ibu adalah tempat curhat terbaik bagi anak laki-laki.

Ibu Guru Pertama

Tidak hanya bertugas merawat putranya, mereka juga bisa jadi pembimbing manakala ada PR, punya waktu untuk bermain bersama, dan banyak lagi yang lainnya. Faktanya adalah anak yang lebih dekat dengan ibunya, umumnya punya kinerja yang baik saat di sekolahnya. Hal ini tak lain adalah karena ibu memiliki peran dan mampu ikut terlibat dalam pembangunan kecerdasan emosional anaknya. Membantu banyak hal termasuk kemampuan anaknya membaca dan juga menulis serta menjalani kehidupan.

Ibu Mengajari Menghormati Perempuan

Penghormatan pada perempuan diajarkan oleh ibu kepada anak laki-lakinya. Dimana ibu mengajari bagaimana menjadi seorang lelaki itu tak selamanya harus bersifat keras dan kasar. Seorang anak harus tahu bagaimana caranya menghormati, dan peran ibu memang sangat penting dalam situasi seperti ini. Mereka juga memberi pelajaran bagaimana cara berperilaku baik kepada semua orang.

Ibu Lebih Pintar Menbuat Anak Merasa Nyaman

Ibu memberi arahan kepada putra mereka untuk tidak apa-apa merasa kesal dan mengajari anaknya bagaimana cara menghadapi perasaan negatif yang ada di hatinya. Ibu pun mengajari bagaimana cara bercerita dan kepada siapa harus bercerita saat rasa galau menderanya. Ibu pun memberikan rasa tenang dengan hanya mendengarkan, memberi rasa perduli pada anak dalam menghadapi banyak masalahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *